Iqbal Tawakal

Sometimes i don't feel like going to do something, but i remember i was born like a rich and smart person not a poor or lazy person.
Driver better, Don't Look Back in Anger - Noel Gallagher

Sabtu, 03 Januari 2015

Sunda Wiwitan

Sunda Wiwitan adalah agama atau kepercayaan pemujaan terhadap kekuatan alam dan arwah leluhur (animisme dan dinamisme) yang dianut oleh masyarakat tradisional Sunda.[1] Akan tetapi ada sementara pihak yang berpendapat bahwa Agama Sunda Wiwitan juga memiliki unsur monoteismepurba, yaitu di atas para dewata dan hyang dalam pantheonnya terdapat dewa tunggal tertinggi maha kuasa yang tak berwujud yang disebut Sang Hyang Kersa yang disamakan dengan Tuhan Yang Maha Esa.
Penganut ajaran ini dapat ditemukan di beberapa desa di provinsi Banten danJawa Barat, seperti di Kanekes, Lebak, Banten; Ciptagelar Kasepuhan Banten Kidul, Cisolok, Sukabumi; Kampung Naga; Cirebon; dan Cigugur, Kuningan. Menurut penganutnya, Sunda Wiwitan merupakan kepercayaan yang dianut sejak lama oleh orang Sunda sebelum datangnya ajaran Hindu dan Islam.
Ajaran Sunda Wiwitan terkandung dalam kitab Sanghyang siksakanda ng karesian, sebuah kitab yang berasal dari zaman kerajaan Sunda yang berisi ajaran keagamaan dan tuntunan moral, aturan dan pelajaran budi pekerti. Kitab ini disebut Kropak 630 oleh Perpustakaan Nasional Indonesia. Berdasarkan keterangan kokolot (tetua) kampung Cikeusik, orang Kanekes bukanlah penganut Hindu atau Buddha, melainkan penganut animisme, yaitu kepercayaan yang memuja arwah nenek moyang. Hanya dalam perkembangannya kepercayaan orang Kanekes ini telah dimasuki oleh unsur-unsur ajaran Hindu, dan hingga batas tertentu, ajaran Islam. Dalam Carita Parahyangan kepercayaan ini disebut sebagai ajaran "Jatisunda".
Mitologi dan sistem kepercayaan
1.   Buana Nyungcung: tempat bersemayam Sang Hyang Kersa, yang letaknya paling atas
1.   Buana Panca Tengah: tempat berdiam manusia dan makhluk lainnya, letaknya di tengah
1.   Buana Larang: neraka, letaknya paling bawah
Filosofi
·         Welas asih: cinta kasih
·         Undak usuk: tatanan dalam kekeluargaan
·         Tata krama: tatanan perilaku
·         Budi bahasa dan budaya
·         Wiwaha yudha naradha: sifat dasar manusia yang selalu memerangi segala sesuatu sebelum melakukannya
·         Rupa
·         Adat
·         Bahasa
·         Aksara
·         Budaya
·         Yang tidak disenangi orang lain dan yang membahayakan orang lain
·         Yang bisa membahayakan diri sendiri
TradisiTempat suci

Kekuasaan tertinggi berada pada Sang Hyang Kersa (Yang Mahakuasa) atau Nu Ngersakeun (Yang Menghendaki). Dia juga disebut sebagai Batara Tunggal (Tuhan yang Mahaesa), Batara Jagat (Penguasa Alam), dan Batara Seda Niskala(Yang Gaib). Dia bersemayam di Buana Nyungcung. Semua dewa dalam konsep Hindu (Brahma, Wishnu, Shiwa, Indra, Yama, dan lain-lain) tunduk kepada Batara Seda Niskala.
Ada tiga macam alam dalam kepercayaan Sunda Wiwitan seperti disebutkan dalam pantun mengenai mitologi orang Kanekes:
Antara Buana Nyungcung dan Buana Panca Tengah terdapat 18 lapis alam yang tersusun dari atas ke bawah. Lapisan teratas bernama Bumi Suci Alam Padang atau menurut kropak 630 bernama Alam Kahyangan atau Mandala Hyang. Lapisan alam kedua tertinggi itu merupakan alam tempat tinggal Nyi Pohaci Sanghyang Asri dan Sunan Ambu.
Sang Hyang Kersa menurunkan tujuh batara di Sasaka Pusaka Buana. Salah satu dari tujuh batara itu adalah Batara Cikal, paling tua yang dianggap sebagai leluhur orang Kanekes. Keturunan lainnya merupakan batara-batara yang memerintah di berbagai wilayah lainnya di tanah Sunda. Pengertian nurunkeun (menurunkan) batara ini bukan melahirkan tetapi mengadakan atau menciptakan.
Paham atau ajaran dari suatu agama senantiasa mengandung unsur-unsur yang tersurat dan yang tersirat. Unsur yang tersurat adalah apa yang secara jelas dinyatakan sebagai pola hidup yang harus dijalani, sedangkan yang tersirat adalah pemahaman yang komprehensif atas ajaran tersebut. Ajaran Sunda Wiwitan pada dasarnya berangkat dari dua prinsip, yaitu Cara Ciri Manusia dan Cara Ciri Bangsa.
Cara Ciri Manusia adalah unsur-unsur dasar yang ada di dalam kehidupan manusia. Ada lima unsur yang termasuk di dalamnya:
Kalau satu saja cara ciri manusia yang lain tidak sesuai dengan hal tersebut maka manusia pasti tidak akan melakukannya.
Prinsip yang kedua adalah Cara Ciri Bangsa. Secara universal, semua manusia memang mempunyai kesamaan di dalam hal Cara Ciri Manusia. Namun, ada hal-hal tertentu yang membedakan antara manusia satu dengan yang lainnya. Dalam ajaran Sunda Wiwitan, perbedaan-perbedaan antarmanusia tersebut didasarkan pada Cara Ciri Bangsa yang terdiri dari:
Kedua prinsip ini tidak secara pasti tersurat di dalam Kitab Sunda Wiwitan, yang bernama Siksa Kanda-ng karesian. Namun secara mendasar, manusia sebenarnya justru menjalani hidupnya dari apa yang tersirat. Apa yang tersurat akan selalu dapat dibaca dan dihafalkan. Hal tersebut tidak memberi jaminan bahwa manusia akan menjalani hidupnya dari apa yang tersurat itu. Justru, apa yang tersiratlah yang bisa menjadi penuntun manusia di dalam kehidupan.
Awalnya, Sunda Wiwitan tidak mengajarkan banyak tabu kepada para pemeluknya. Tabu utama yang diajarkan di dalam agama Sunda ini hanya ada dua.
Akan tetapi karena perkembangannya, untuk menghormati tempat suci dan keramat (Kabuyutan, yang disebut Sasaka Pusaka Buana dan Sasaka Domas) serta menaati serangkaian aturan mengenai tradisi bercocok tanam dan panen, maka ajaran Sunda Wiwitan mengenal banyak larangan dan tabu. Tabu (dalam bahasa orang Kanekes disebut "Buyut") paling banyak diamalkan oleh mereka yang tinggal di kawasan inti atau paling suci, mereka dikenal sebagai orang Baduy Dalam.
Dalam ajaran Sunda Wiwitan penyampaian doa dilakukan melalui nyanyian pantun dan kidung serta gerak tarian. Tradisi ini dapat dilihat dari upacara syukuran panen padi dan perayaan pergantian tahun yang berdasarkan pada penanggalan Sunda yang dikenal dengan nama Perayaan Seren Taun. Di berbagai tempat di Jawa Barat, Seren Taun selalu berlangsung meriah dan dihadiri oleh ribuan orang. Perayaan Seren Taun dapat ditemukan di beberapa desa seperti diKanekes, Lebak, Banten; Ciptagelar Kasepuhan Banten Kidul, Cisolok, Sukabumi; Kampung Naga; dan Cigugur, Kuningan. Di Cigugur, Kuningan sendiri, satu daerah yang masih memegang teguh budaya Sunda, mereka yang ikut merayakan Seren Taun ini datang dari berbagai penjuru negeri.
Meskipun sudah terjadi inkulturasi dan banyak orang Sunda yang memeluk agama-agama di luar Sunda Wiwitan, paham dan adat yang telah diajarkan oleh agama ini masih tetap dijadikan penuntun di dalam kehidupan orang-orang Sunda. Secara budaya, orang Sunda belum meninggalkan agama Sunda ini.
Tempat suci atau tempat pemujaan yang dianggap sakral atau keramat dalam Agama Sunda Wiwitan adalah Pamunjungan atau disebut Kabuyutan. Pamunjungan merupakan punden berundak yang biasanya terdapat di bukit dan di Pamunjungan ini biasanya terdapat Menhir, Arca, Batu Cengkuk, Batu Mangkok, Batu Pipih dan lain-lain.
Pamunjungan atau Kabuyutan banyak sekali di Tatar Sunda seperti Balay Pamujan Genter Bumi, Situs Cengkuk, Gunung Padang, Kabuyutan Galunggung, Situs Kawali dll. Di Bogor sendiri sebagi Pusat Nagara Sunda dan Pajajaran dahulu terdapat Banyak Pamunjungan beberapa diantaranya adalah Pamunjungan Rancamaya nama dahulunya adalah Pamunjungan Sanghyang Padungkukan yang disebut Bukit Badigul namun sayang saat ini Pamunjungan tersebut sudah tidak ada lagi digantikan oleh Lapangan Golf.
Pada masanya Pamunjungan yang paling besar dan mewah adalah Pamunjungan Kihara Hyang yang berlokasi di Leuweung (hutan) Songgom, atau Balay Pamunjungan Mandala Parakan Jati yang saat ini lokasinya digunakan sebagai Kampung Budaya Sindang Barang.
Dengan banyaknya Pamunjungan atau Kabuyutan tersebut di Tatar Sunda membuktikan bahwa agama yang dianut atau agama mayoritas orang Sunda dahulu adalah Agama Jati Sunda atau Sunda Wiwitan, ini adalah jawaban kenapa di Sunda sangat jarang sekali diketemukan Candi. Namun begitu, Hindu dan Budha berkembang baik di Sunda bahkan Raja Salaka Nagara juga Tarumanagara adalah seorang Hindu yang taat. Candi Hindu yang ditemukan di Tatar Sunda adalah Candi Cangkuang yang merupakan candi Hindu pemujaan Siwa dan Percandian Batujaya di Karawang yang merupakan kompleks bangunan stupa Buddha.

Sumber : Wikipedia

VIKING JAKARTA ( Never Stop ! )

SEJARAH TERBENTUKNYA VIKING JAKARTA
Munculnya Viking Jakarta sebenarnya tidak jauh dari Viking Jabodetabek, karena kami masih satu induk dengan Viking Jabodetabek. Viking Jakarta adalah sub-distrik dari Viking Jabodetabek, sama halnya seperti Viking Bogor, Viking Bekasi, Viking Tangerang atau pun Viking Depok. Hanya kebetulan domisili kami benar-bena...r di Jakarta.Dalam Viking Jakarta, tidak ada struktur kepengurusan karena kami masih mengacu kepada kepengurusan Viking Jabodetabek, tapi ada yang diseniorkan atau dituakan. Selama ini semua anggota yang ada kurang lebih ada sekitar 800 orang. Jumlah tersebut masuk dalam keanggotaan Viking Jabodetabek yang hampir mencapai 4000 anggota, jadi anggota yang Viking Jakarta hampir 20% dari Viking Jabodetabek.Kami hadir karena kesamaan dalam hal domisili dan juga dalam kesetiaan dalam mendukung sang idola, PERSIB BANDUNG. Kami adalah keluarga dalam organisasi ini terlebih lagi kami berada diperantauan dan juga di kota yang notabene ada supporter yang merupakan musuh bebuyutan Viking Persib Club, maka kami selalu melakukan kegiatan rutin seperti futsal untuk merapatkan barisan dan mempererat kekeluargaan diantara kami, bahkan mengenalkan bagi yang belum mengenal satu dengan yang lain.
Seperti halnya keluarga tentunya masing-masing karakter dalam keluarga berbeda, karena individu yang ada didalam wadah Viking Jakarta berasal dari berbeda asalnya, bukan hanya warga Sunda, ada juga warga asli Betawi, ada juga yang berasal dari Yogyakarta atau pun dari Medan. Maka dari itu untuk menfasilitasinya kami cukup sering melakukan beberapa pertemuan baik itu dalam futsal atau pun sekedar bermain Playstasion dikediaman Ketua Viking Jabodetabek (Kang Janu). Hubungan seperti inilah yang akan membuat kami Viking Jakarta akan selalu eksis dibawah bendera Viking Jabodetabek.
Bagi kami menjaga nama baik PERSIB BANDUNG adalah suatu kehormatan.
Kami akan selalu BIRU walaupun berada di daerah ORANGE, karena akan terus mendukung sang idola, PERSIB BANDUNG, dimanapun dan kapanpun, walaupun didaerah musuh sekali pun karena kami BANGGA menjadi Bobotoh PERSIB BANDUNG, nama tersebut akan kami bela sampai kapan pun.
THIS IS VIKING JAKARTA…..The Real Front Line from PERSIB Bandung, stay BLUE behind the enemy lines……
VIKING SELALU ADA!!!!!!!!ITULAH JAWABAN BAGI SEPORTER YANG MERAGUKAN KAMI.CAMKAN INI VIKING SELALU ADA DI MANAPUN TAK PEDULI DI JAKARTA SEKALIPUN.KAMI TAKAN TAKUT ATAUPUN MALU MEMAKAI BAJU BIRU KARAENA KAMI ADLAH VIKING YANG TAK PERNAH TAKUT DENGAN APAPUN!!!!INGAT SUATU SAAT JAKARTA AKAN JADI LAUTAN BIRU!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
“Kami Tidak Akan Pernah Lelah Mendukung PERSIB, Dimana pun dan Kapan pun Sampai Titik Darah Penghabisan!! Karena Kami Bangga Menjadi Bobotoh PERSIB!!”
KAMI PARA VIKING JABODETABEK MEMANG ADA..DAN BEBAS MEMAKAI ATRIBUT KAMI.. DAN ITU NYATA..KARENA KAMI ADALAH SEKOLOMPOK SUPORTER YANG TIDAK BISA DI PANDANG SEBELAH MATA..
PERSIB DI DADAKUPERSIB KEBANGGAAN KUPERSIB LAH SEGALA NYAPERSIB BELAHAN JIWA KAMIBAGI MU PERSIB JIWARAGA KAMIKAMI YAKIN TAHUN INI PASTI JUADI JUARA
TUNJUKAN PADA DUNIA BAHWA SEBENAR NYA KITA MAMPU!KANG JAYA BAWALAH PERSIB JAYA DITANGAN MUKAMI PERCAYA KAN SEMUA NYA PADA MU
Dukung PERSIB dimana pun kami berada bahkan dikandang lawan sekalipun.
Setelah website ini hadir didunia maya banyak keraguan terhadap kehadiran website ini. “Mereka” (Suporter ibukota) meragukan eksistensi VIKING JAKARTA, mereka bilang : “Itu hanya propaganda saja, mana mungkin ada Viking di Jakarta.”
Tapi, keraguan mereka atas VIKING JAKARTA, benar-benar salah. Lalu, kenapa kami tidak mempublikasikan alamat VIKING JAKARTA. Karena, situasi dan kondisi yang belum memungkinkan untuk mempublikasikannya, tapi kami selalu berusaha untuk memberitahukan identitas kami secara terang-terangan tanpa harus menyembunyikan identitas BIRU dari balik jaket, kami selalu mengadakan pertemuan rutin, apalagi jika kompetisi sedang bergulir, untuk mengadakan nonton bareng (bagi yang tidak bisa menyaksikan langsung di stadion), futsal, kegiatan bakti sosial di Jakarta, dan banyak kegiatan lainnya.
Kami mengimbau untuk saudara-saudara suporter di Jakarta, jangan gelisah dengan kehadiran kami, karena kami tidak akan mengganggu kalian dan janganlah mengganggu kami. Rapatkan barisan untuk Vikerz yang berada di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Djabat Erat Kami,
VIKING JAKARTA
VIKING JAKARTA
Dukung PERSIB dimana pun kami berada bahkan dikandang lawan sekalipun.
Munculnya Viking Jakarta sebenarnya tidak jauh dari Viking Jabodetabek, karena kami masih satu induk dengan Viking Jabodetabek. Viking Jakarta adalah sub-distrik dari Viking Jabodetabek, sama halnya seperti Viking Bogor, Viking Bekasi, Viking Tangerang atau pun Viking Depok. Hanya kebetulan domisili kami benar-benar di Jakarta. Dalam Viking Jakarta, tidak ada struktur kepengurusan karena kami masih mengacu kepada kepengurusan Viking Jabodetabek, tapi ada yang diseniorkan atau dituakan. Selama ini semua anggota yang ada kurang lebih ada sekitar 80 orang. Jumlah tersebut masuk dalam keanggotaan Viking Jabodetabek yang hampir mencapai 400 anggota, jadi anggota yang Viking Jakarta hampir 20% dari Viking Jabodetabek.
Kami hadir karena kesamaan dalam hal domisili dan juga dalam kesetiaan dalam mendukung sang idola, PERSIB BANDUNG. Kami adalah keluarga dalam organisasi ini terlebih lagi kami berada diperantauan dan juga di kota yang notabene ada supporter yang merupakan musuh bebuyutan Viking Persib Club, maka kami selalu melakukan kegiatan rutin seperti futsal untuk merapatkan barisan dan mempererat kekeluargaan diantara kami, bahkan mengenalkan bagi yang belum mengenal satu dengan yang lain.
Seperti halnya keluarga tentunya masing-masing karakter dalam keluarga berbeda, karena individu yang ada didalam wadah Viking Jakarta berasal dari berbeda asalnya, bukan hanya warga Sunda, ada juga warga asli Betawi, ada juga yang berasal dari Yogyakarta atau pun dari Medan. Maka dari itu untuk menfasilitasinya kami cukup sering melakukan beberapa pertemuan baik itu dalam futsal atau pun sekedar bermain Playstasion dikediaman Ketua Viking Jabodetabek (Kang Janu). Hubungan seperti inilah yang akan membuat kami Viking Jakarta akan selalu eksis dibawah bendera Viking Jabodetabek.
Bagi kami menjaga nama baik PERSIB BANDUNG adalah suatu kehormatan. Kami akan selalu BIRU walaupun berada di daerah ORANGE, karena akan terus mendukung sang idola, PERSIB BANDUNG, dimanapun dan kapanpun, walaupun didaerah musuh sekali pun karena kami BANGGA menjadi Bobotoh PERSIB BANDUNG, nama tersebut akan kami bela sampai kapan pun.
THIS IS VIKING JAKARTAThe Real Front Line from PERSIB Bandung, stay BLUE behind the enemy lines……

Sumber : Facebook

MAPAG JAWARA !!!

Moal akan poho saumur hirup, MOAL !
Tidak akan lupa seumur hidup bahwa saya menjadi saksi langsung Persib Bandung memenangi Juara Liga Indonesia dengan pertandingan Final yag tak mudah dan begitu seperti Drama tanpa ada kelicikan dari pihak Internal dan Politik didalam pertandingan tersebut, hanya kemeriahan dan tak Lupa kebanggaan yang tak akan pernah luput dari warga Jawa Barat dan seluruh Indonesia Pendukung Setia PERSIB BANDUNG yang selalu menantikan Juara yang sudah 19 Tahun dari era sepakbola sebelum Liga Indonesia persib belum mengangkat Trophy lagi, tapi di tahun yang amat sangat Fantastis, Perib bisa melakukan itu..... ya bisa melakukan itu dengan mengalahkan Team team yang sama berpeluang mendapatkan Gelar Juara dari ranah PAPUA yang indah di Final ISL, yaitu Persipura Jayapura.........
Tak bisa dipungkiri mungkin benar PERSIB BANDUNG yang juara, tapi Peripura adalah Juara juga yang bisa melaju ke final begitu hebatnya seperti PERSIB BANDUNG !
Viking, Bobotoh, Bombs, BOMBER, ULTRAS, dan HOOLIGANS datang jauh jauh dari seluruh pelosok Indonesia hanya untuk menonton Laga Final PERSIB BANDUNG vs PERSIPURA JAYAPURA, dan melahirkan Final yang dijuarai Persib BANDUNG dengan adu penalty.......
SUNDA, suku yang tak pernah lepas dari jadi diri warga jawa barat terutama dalam jati diri para pendukung Persib Bandung, sejauh apapun Persib bermain selalu ada pendukung yang tak akan kenal lelah untuk mendukungnya "Jauh di jug-jug, Anggan di teang !" itulah peribahasa yang pantas, "sejauh apapun, tetap saja akan kami datangi !" HANYA DEMI PERSIB BANDUNG !



Tak akan ada perbedaan dimana pun Persib bermain, di stadiun mana pun stadiun itu hanya akan berwarna BIRU dengan teriakan-teriakan "PERSIB.....PERSIB....PERSIB....", dan "JUARA..JUARA..JUARA !!!" dan Stadiun itu akan seperti SI JALAK HARUPAT Bandung !

Beikut ini kemeriahan dilapangan dan diluar lapangan yang sangat fenomenal !









Dream Team Ideal yang tak akan pernah Kami lupakan !


Euforia PERSIB BANDUNG JUARA !

Sambut Persib Juara, Begini Euforia Bobotoh di Bandung

Baban Gandapurnama - detikNews
Bandung - Puluhan ribu bobotoh di Bandung turun ke jalan menyambut Persib juara. Euforia mereka tak terbendung. Langit malam menghiasi ekspresi girang bobotoh yang mayoritas kalangan pemuda.

Iring-iringan ribuan motor tumpah di ruas jalan utama Kota Bandung, Jumat (7/11/2014). Tim berjuluk 'Maung Bandung' sukses merengkuh piala Indonesia Super League (ISL) setelah mengalahkan Persipura di Stadion Jakabaring, Palembang.

Sorak sorai menggelora di jalanan. Mereka bejoget riang. "Persib juara lagi," teriak mereka.

Penantian 19 tahun Persib mengulang juara akhirnya terwujud. Warga Bandung gegap gempita merayakan kemenangan final Persib.

Bobotoh menunggangi motor tak henti-henti memacu gas. Raungan knalpot motor saling bersahutan dan 'perang' klakson menyemarakan suasana. Banyak bobotoh pria bertelanjang dada meski dingin malam terasa 'menusuk'.

Atribut Persib seperti bendera dan syal dikibarkan. Sejumlah bobotoh ada membawa bendera Indonesia. Tak sedikit pula bobotoh yang berfoto selfie mengabadikan momen kemenangan ini.

"Kami sudah rindu Persib juara. Malam ini milik Persib," kata Riski (24), warga Kopo saat ditemui di Jalan Merdeka.

Konvoi kendaraan mengelilingi jantung kota Bandung antara lain Jalan Merdeka, Jalan Asia Afrika, Jalan Dago, dan Alun-alun Bandung. Aparat kepolisian turut memantau aksi bobotoh tersebut.
Sumber : DetikNews

KARYA ILMIAH BESERTA KERANGKA DAN PENYUSUNANNYA

Mengenal KARYA ILMIAH lebih jauh.......

Karya Ilmiah atau biasa disebut Karya Tulis adalah ringkasan atau materi baik itu berupa tesis, skripsi, ataupun hasil dari penelitin secara objektif (Langsung ataupun Tidak Langsung) yang berisi ringkasan atau resume yang telah diteliti oleh penulis dan bisa dibuktikan kebenerannya sesuai apa yang sudah dituliskan penulis.

Tujuan :
Tujuan Pembuatan karya tuli adalah melatih mahasiswa ataupun penulis untuk mengambil intisari dari mata kuliah atau bahan yang akan diteliti.

Beberapa Definisi mengenai Karya Tulis Ilmiah :
Menurut Drs.Totok Djuroto dan Dr. Bambang Supriyadi disebutkan, Karya Tulis Ilmiah adalah serangkaian kegiatan penulisan berdasarkan hasil penelitian, yang sistematis berdasar pada metode ilmiah, untuk mendapatkan jawaban secara ilmiah terhadap permasalahan yang muncul sebelumnya.
Menurut Brotowidjoyo, karya ilmiah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut Metodologi penulisan yang baik dan benar.
Menurut Hery Firman, karya ilmiah adalah laporan tertulis dan ai publikasikan dipaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang teliah dilakukan oleh seorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan. 
Dari berbagai macam pengertian karya ilmiah di atas yang disebutkan oleh para ahli dapat disimpulkan, bahwa yang dimaksud karya ilmiah dalam makalah ini adalah, suatu karangan yang berdasarkan penelitian yang ditulis secara sistematis, berdasarkan fakta di lapangan, dan dengan menggunakan pendekatan metode ilmiah, dan yang paling terpenting Bisa dibuktikan kebenarannya.
Karya ilmiah, suatu tulisan yang didalamnya membahas suatu masalah. Pembahasan itu dilakukan berdasarkan penyedikan, pengamatan, pengumpulan data yang dapat dari suatu penelitian,baik penelitian lapangan, tes labolatorium ataupun kajian pustaka. Maka dalam memaparkan dan menganalisis datanya harus berdasarkan pemikiran ilmiah,yang dikatakan dengan pemikiran ilmiah disini adalah pemikiran yang logis dan empiris. Dan melalui proses hipotesis (Dugaan Awal) sebagai acuan terhadap penelitian.

Karya Ilmiah memiliki beberapa Syarat-syarat yang harus diperhatikan, seperti berikut :
  1. Menyajikan fakta secara objektif
  2. Mengemukakan segala uraian secara kejujuran
  3. Disusun secara sistematis
  4. Cenderung bersifat induktif.
  5. Bertolak dari hipotesis tertentu.
  6. Menghindari tindakan yang manifilatif .
  7. Bersifat ekspositiris maupun argumentatif.
Karya Ilmiah memiliki beberapa jenis yang dibedakan berdasarkan cara penulisannya, isi tulisan, dan Tujuan dari penulisannya. Berikut ini beberapa Penulisan Karya Ilmiah :
  1. Karya iImiah Pendidikan.
    • Paper (Karya Tulis).
    • Pra Skripsi (Pertempuran di Semester 6 untuk Mahasiswa Gunadarma).
    • Skripsi.
    • Thesis.
    • Disertasi.
  2. Karya ilmiah Penelitian. 
    1. Makalah seminar.
    2. Laporan hasil penelitian.
    3. Jurnal Penelitian
    4.  
Makalah Seminar :
  • Naskah Seminar
  • Naskah Bersambung
Sudah merupakan hal layak umum, kita semua secara langsung sedikit menghafal akan keangka dari karya ilmiah baik itu dari Judul hingga Penutup. Dibawah ini adalah Kerangka Karya Ilmiah secara keseluruhan dari awal hingga Akhir :
  1. Judul
  2. Lembar Pengesahan
  3. Abstrak/Ringkasan
  4. Kata Pengantar
  5. Daftar Isi
  6. Daftar Tabel
  7. Daftar Gambar
  8. Daftar Lampiran
  9. Daftar Istilah dan atau Daftar Singkatan [kalau ada]
  10. BAB I Pendahuluan (latar belakang, identifikasi masalah, maksud dantujuan, kegunaan penelitian, kerangka pemikiran)
  11. BAB II Tinjauan Pustaka
  12. BAB III Bahan dan Metode Penelitian (bentuk penelitian, subjek penelitian, ukuran sampel, definisi operasional, variabel penelitian, prosedur penelitian, cara pemeriksaan/pengukuran, analisis data, tempat dan waktu penelitian, jadwal penelitian, alur penelitian)
  13. BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan
  14. BAB V Kesimpulan dan Saran
  15. Daftar Pustaka
  16. Lampiran
Teknik Penyusunan Karya ilmiah

Kerangka Penyusunan Karya Ilmiah.
Dalam penyusunan karya ilmiah terdapat lima tahap antara lain :

  1. Tahap Persiapan
  2. Tahap Pengumpulan data.
  3. Tahap Pengorganisasian.
  4. Tahap Pemeriksaan/ penyunting konsep.
  5. Tahap Penyajian.
1.Tahap Persiapan.
Dalam tahap persiapan dilakukan:
  • Pemilihan masalah atau topik dan mempertimbangkan
  1. Topik yang akan di pilih harus yang ada di sekitar penulis.
  2. Topik yang di pakai harus topik yang paling menarik dari topik yangada.
  3. Pembahasan harus terpusat pada segi lingkup sempit dan terbatas.
  4. Memilki data dan fakta yang obyektif dan mencukupi.
  5. Harus diketahui prinsip-prinsip ilmiahnya meskipun sedikit.
  6. Harus memiliki sumber acuan atau bahan kepustakaan yang bisa dijadikan referensi.
  • Pembatasan topik atau penentuan judul
  1. Pembatasan topik harus dilakukan sebelum penulisan karya ilmiah dilakukan.
  2. Penentuan judul dapat dilakukan sebelum penulisn karya ilmiah atau setelah selesai penulisan karya ilimiah tersebut.
  3. Penentuan judul karya ilmiah harus dapat menjawab dari pertanyaan yang mengandungunsure 4W + 1H yakni what (apa), why (kenapa), who (siapa), where (dimana) dan how (bagaimana).
  • Pembuatan kerangka karangan (outline)
  1. Membimbing untuk memulai menyusun kerangka karangan.
  2. Membuat pedoman penulisan karya ilmiah sehingga tidak menjadi tumpang tindih dalam penulisannya.
  3. Pembuatanrencana daftar isi dari karya ilmiah.
  • Tahap penulisan data
  1. Pencarian keterangan dari bhn bacaan atau referensi.
  2. Pengumpulan keterangan dari pihak-pihak yang mengetahui masalah yang akan dijadikan tema dalam karya ilmiah.
  3. Pengamatan langsung (observasi) ke obyek yang akan diteliti dan dijadikan tema dari karya ilmiah.
  4. Melakukan percobaan dilabolatorium atau pengujian data di lapangan.
  • Tahap Pengorganisasian dan pengkonsepan
  1. Pengelompokan bahan untuk mengorganisasikan bagian mana yang akan temasuk dalam karya ilmiah, data yang telah terkumpul diseleksi kembali dan dikelompokan sesuai jenis, sifat dan bentuk data.
  2. Pengkonsepan karya ilmiah dilakuakn sesuai dengan urutan dalam kerangka karangan yang telah ditetapkan.
  • Tahap pemeriksaan atau penyuntingan konsep (editing), tahap ini bertujuan untuk :
  1. Melengkapi data yang dirasa masih kurang.
  2. Membuang dan mengedit data yang dirasa tidak relevan serta tidak cocok dengan pokok bahasan karya ilmiah.
  3. Mengedit setiap kata-kata dalam karya ilmiah untuk menghindari penyajian bahan-bahan secara berulang-ulang atau terjadi tumpang tindih antara tulisan satu dengan tulisan yang lain.
  4. Mengedit setiap bahasa yang ada dalam karya ilmiah untuk menghindari pemakaian bahasa yang kurang efektif, contoh dalam penyusunan dan pemilihan kata, penyesuaian kalimat, penyesuaian paragraph, maupun penerapan kaidah ejaan sesuai EYD.
  • Tahap Penyajian
  1. Teknik penyajian karya ilmiah harus dengan memperhatikan :
  • Segi kerapian dan kebersihan.
  1. Tata letak (layout) unsure-unsur dalam format karya ilmiah, misal padahalaman pembuka, halaman judul, daftar isi, daftar tabel, daftar grafik, daftar gambar, daftar pustaka, dll.
  2. Memakai standar yang berlaku dalam penulisan karya ilmiah, missal standar penulisan kutipan, catatan kaki, daftar pustaka dan penggunaan bahasa sesuai dengan EYD.