Iqbal Tawakal

Sometimes i don't feel like going to do something, but i remember i was born like a rich and smart person not a poor or lazy person.
Driver better, Don't Look Back in Anger - Noel Gallagher

Rabu, 16 Maret 2016

PENALARAN ILMIAH

PENALARAN ILMIAH

1. Pengertian Penalaran Ilmiah
“Penalaran adalah proses berpikir yang sistematis untuk memperoleh kesimpulan atau pengetahuan yang bersifat ilmiah dan tidak ilmiah.” Minto Rahayu, (2007 : 35). Pada dasarnya setiap manusia diberikan akal melebihi dari setiap makhluk hidup yang ada di dunia, dalam akal tersebut manusia dapat menggunakannya sebagai penentu dari setiap hal atau sesuatu yang dihadapkan kepadanya, dengan meakukan bernalar manusia dapat berpikir lurus, efisien, tepat dan teratur untuk mendapatkan kebenaran dan menghindari kesalahan atau kekeliruan dalam menghadapi sesuatu apapun yang dihadapi manusia itu sendiri. Dalam setiap aktifitas yang dilakukan manusia, manusia pada dasarnya memulai berpikir dengan proses penalaran. Bernalar juga bisa dikatakan adalah proses yang mengarahkan manusia pada berpikir secara benar, lepas dari berbagai prasangka emosi dan keyakinan sesorang, karena dengan proses ini manusia terbiasa dengan bersifat objektif, tegas, dan berani dalam sebuah kondisi yang dialaminya.
Dalam penalaran juga disebutkan oleh sumber Minto Rahayu (2007 : 35) Penalaran juga sangat erat dengan fakta, karena pada dasarnya juga manusia melakukan penalaran demi satu tujuan berdasarkan fakta sebagai acuan atau faktor pendukung untuk menarik kesimpulan pada akhirnya.
Jadi, dari keterangan diatas bisa kita artikan atau tarik kesimpulan bahwa penalaran adalah sebuah proses pemikiran yang logis dan sistematis untuk memperoleh kesimpulan berdasarkan fakta-fakta sebagai acuan tentunya fakta tersebut juga adalah fakta yang relevan untuk mendapatkan kesimpulan pada akhirnya.

2. Unsur Penalaran Penulisan Ilmiah

Menurut Widjono, (2007 : 210), unsur penalaran penulisan ilmiah adalah sebagai berikut :
Topik yaitu ide sentral dalam bidang kajian tertentu yang spesifik dan berisi sekurang-kurangnya dua variable
Dasar Pemikiran, pendapat, atau fakta dirumuskan dalam bentuk proposisi yaitu pernyataan yang memiliki nilai dan dapat dibuktikan kebenarannya
Memiliki Proposisi
Proses berpikir secara ilmiah
Berisi Logika
Sistematika
Terdapat Permasalahan
Variabel
Analisis
Terdapat pembuktian didalamnya
Menghasilkan sebuah hasil atau argument
Kesimpulan

3. Jenis Penalaran

Menurut Minto Rahayu (2007 : 41), penalaran dapat dibedakan dengan cara induktif dan deduktif

Penalaran Induktif
Ialah proses yang berpikir dan bertolak dari satu atau sejumlah kejadian untuk menurukan suatu kesimpulan (inferensi) yang berlaku umum. Dalam proses penalaran ini dibedakan menjadi :
Generalisasi
Generalisasi pada dasarnya adalah sebuah proses berpikir yang berdasarkan pada suatu kenyataan yang telah dibuktikan seperti berasal dari proses pengamatan, atau sejumlah gejala-gejalan kejadian untuk menarik kesimpulan secara umum.
Analogi
Analogi adalah proses berpikir untuk menarik kesimpulan atau inferensi tentang kebenaran suatu gejala khusus.
Sebab Akibat
Sebab akibat adalah prinsip umum hubungan sebab akibat yang menyatakan bahwa setiap peristiwa atau kondisi pasti ada hasil dari setiap awalnya, dan itu semua saling berkaitan dan menjawab satu sama lain.

Penalaran Deduktif
Proses yang berpikir yang bertolak dari prinsip, hokum, putusan yang berlaku umum tentang suatu hal atau gejala atas prinsip umum tersebut ditarik kesimpulan tentang sesuatu yang khusus, yang merupakan bagian dari hal atau gejala diatas.

Sumber :
Pemikiran Sendiri, dan
megaputriagustina.blogspot.co.id/2015/10/penalaran-ilmiah-berfikir-deduktif-dan.html?m=1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar